Beranda Uncategorized Demi SDM Unggul, Aliansi Mahasiswa Doktor Indonesia Tagih Janji Nadiem Mendikbud

Demi SDM Unggul, Aliansi Mahasiswa Doktor Indonesia Tagih Janji Nadiem Mendikbud

Jlzoom meeting, Kamis (13/8/2020). Rapat akbar itu diikuti mereka yang sedang menempuh studi dotoral dari PTN/PTS di seluruh Indonesia.

Rapat akbar itu masih menyoal tentang keberpihakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendimkbud) yang dinilai acuh terhadap nasib mereka, terutama terkait dengan biaya pendidikan menempuh studi doktoralnya.

Muharam Yamlean Ketua AMDI memaparkan, kini ratusan dosen sedang menempuh pendidikan doktor angkatan 2018 terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan karena tidak ada biaya. Menurutnya, biaya pendidikan bagi dosen untuk melanjutkan pendidikan doktor, lazimnya disediakan pemerintah sebagai bagian dari tanggung jawab peningkatan mutu SDM (Undang-Undang 12 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen).

“Namun hal itu tidak berlaku pada tahun 2018. Khusus angkatan 2018, pemerintah tidak memberikan beasiswa bagi dosen,” cetusnya.

Protes itu sudah muncul ketika terjadi pertemuan Kemendikbud dengan perwakilan AMDI di Gedung Kemendikbud, Jakarta (12/12/2019). Pohak Kemendikbud diwakili oleh Prof Dr Ir Anondho Wijanarko, M.Eng, Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dan Anang Kusuma selaku Pranata Humas Ahli Pertama Kemendikbud.

“Saat itu kami sudah mengusulkan agar Kemendikbud menganggarkan beasiswa on-going bagi mahasiswa doktor 2018, namun belum terealisasi sampai sekarang. Dukungan dari Komisi X DPR RI agar Kemendikbud segera menyelesaikan masalah anggaran beasiswa, juga sepertinya tidak mendapat respon dari Kemendikbud,” katanya.

Muharam mengatakan, rencana pemerintah memberikan hanya bantuan SPP selama 2 kali lewat LPDP bukan solusi. Selain hanya memberikan kepada sedikit calon penerima, bantuan SPP juga dianggap tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan doktor hingga selesai

“Karena bantuan itu tidak mencantumkan komponen biaya hidup, buku, riset, transportasi, mustahil kegiatan pendidikan dapat dilanjutkan. Padahal, dosen yang melanjutkan pendidikan doktor telah melepaskan semua fasilitas dan tunjangan yang didapatkan saat menjadi dosen,” lanjutnya.

“Karena itu, kami dosen yang sedang menempuh pendidikan Doktor Angkatan 2018 lewat Rapat Akbar pada 13 Agustus 2020 ini, meminta kepada Mas Menteri, Nadiem Makarim, untuk segera memberikan bantuan beasiswa on-going yang layak,” ujarnya. (cus/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

BMKG Sambut Positif Sinergitas dengan SRPB JATIM

  SIDOARJO, Surya News - Pengurus Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim melakukan kunjungan resmi ke Kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Stasiun...

Nasabah Asuransi Bumiputera Sulit Dapatkan Haknya, Ditreskrimum POLDA Kepri Akan Lakukan Penyelidikan

BATAM, Surya News - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri akan menindak lanjuti permasalahan yang dialami oleh nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Adapun masalah...

Mengaji Kebencanaan Bersama Pembina Santana

  LAMONGAN, Surya News - Arisan Ilmu Nol Rupiah yang dihelat Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim kali ini bertempat di Pondok Pesantren (Ponpes) Sumber...

Wagub Jatim Tinjau Mosipena di Kantor BPBD Jatim

  SIDOARJO, Surya News - Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) rupanya menarik perhatian Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. Sehari setelah Mosipena dioperasikan oleh relawan...

Polisi Bersenjata Kawal Penyidik KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Bintan

BINTAN, Surya News - Penggeledahan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tak hanya menyasar Kantor Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Wilayah Bintan. Mereka juga menggeledah ruang...