Dugaan Korupsi Berjama’ah Mobil Siaga Desa, Lemtaki Desak Kajari Panggil Mantan Bupati Anna Mu’awanah !

0
945
Kejaksaan Negeri Bojonegoro harus segera periksa Ana Muawanah!

 

SuryaNews Bojonegoro-Ketua Lembaga Transparansi Anggaran dan Anti Korupsi Indonesia (Lemtaki) Edy Susilo SSos mendesak Penyidik Kejaksaan Negeri Bojonegoro untuk memeriksa Mantan Bupati Bojonegoro 2018-2023, Anna Mu’awanah terkait dugaan korupsi mobil siaga desa TA 2022. Berbelitnya dealer Suzuki mangkir dari panggilan kejaksaan diduga karena berlindung pada kekuasaan.

“Kita menduga ada aktor yang bermain, makanya dealer berani mangkir. Padahal penyidik kejaksaan bisa menjemput paksa mereka. Tetapi idealnya sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas program mobil siaga desa itu, Anna Mu’awanah perlu diperiksa secepatnya agar kasus itu terang benderang,” kata Edy kepada Media (8/3).

Menurut Edy, pemanggilan Anna Mu’awanah akan membuka tabir mulai dari ide pengadaan mobil siapa desa tersebut dari mana, bagaimana perencanaan dilakukan, hingga siapa eksekutornya. “Apakah melalui bansos di bawah bupati langsung atau melalui OPD?” ujarnya.

Edy menjelaskan, sejauh ini baru kepala desa yang diperiksa penyidik kejaksaan, sementara akar masalahnya dari mana belum tersentuh. “Maka sebagai orang yang mengendalikan kepemimpinan pemerintahan di Bojonegoro saat itu penting keterangan untuk membuka tabir korups berjama’ah tersebut, ” tegas Edy.

Mahasiswa Master Hukum Unitomo Surabaya itu lebih lanjut menekankan agar penyidik bersikap tegas terhadap pihak-pihak terkait yang tidak kooperatif. “Kejaksaan sesuai kewenangannya bisa menjemput paksa dan langsung menahan yang bersangkutan. Dengan mangkir dari panggilan beberapa kali itu, setidaknya pihak dealer mencoba menghalang-halangi proses hukum, dan itu bisa dikenakan pasal tersendiri,” jelas Edy.

Sejauh ini, lanjut Edy, publik belum tahu apakah pihak-pihak terkait di dealer Suzuki itu masih ada di tempat atau sengaja dipindahkan ke tempat yang sulit dijangkau. “Makanya tidak kooperatif nya dealer apakah ada unsur kesengajaan menghalangi penyidikan atau tidak. Dengan tidak bekerja sama secara tidak baik, maka aparat kejaksaan bisa menggunakan otoritasnya menjemput paksa,” tegasnya.

Edy menambahkan, penyidik bisa menambahkan pasal-pasal memberatkan terhadap pihak-pihak yang mencoba menghalangi dan tidak kooperatif. “Jadi kita minta kejaksaan untuk memanggil dan memeriksa Anna Mu’awanah secepatnya,” pungkasnya. ***