Madani College Indonesia Minta Bupati Lamongan Perhatikan Keberadaan Becak Motor Seperti Saat Era Bupati Masfuk

0
398

Lamongan, SURYANEWS – Madani Indonesia College menyelenggarakan tasyakuran yang tak seperti biasanya, tepatnya Kamis 11 Agustus 2022 di Cafe Panorama Banjarwati sore hari.

Kegiatan tasyakuran Madani Indonesia College adalah dalam rangka diberikannya kepercayaan kepada Ah. Sholahuddin Arroniri yang masih menjadi direktur Madani Indonesia College untuk mengemban amanah di Departemen Pengawasan Pendayagunaan Aparatur Negara DPP KNPI bersama Ketua Umumnya Haris Pertama

Umumnya tasyakuran identik dengan simbolis potong tumpeng, do’a bersama, bagi-bagi sembako, atau bagi bagi ampau bagi kaum dhuafa bahkan ada tasyakuran yang bentuknya berlebih-lebihan, tapi berbeda dengan Madani Indonesia College yang menyelenggarakan tasyakuran dengan cara memfasilitasi Paguyuban Becak Pantura Megilan (BPM) untuk menyampaikan beragam keluhan dan permasalahan, maka jadilah tasyakuran ala Madani Indonesia college dalam bentuk Fokus Group Diskusi (FGD) bersama paguyuban Becak Pantura Megilan.

Diskusi berlangsung serius tapi penuh dengan suasana kekeluargaan, cak Rokib mewakili BPM berkeluh kesah bahwa pendapatan menjadi tukang becak motor masih terbilang minim, bahkan pernah dalam satu hari disaat pandemi covid-19 masih dahsyat sama sekali tidak mendapatkan penghasilan, belum lagi dengan naiknya sembako beberapa bulan kemarin menjadi beban tersendiri bagi kami tukang becak motor, maka untuk membangun kebersamaan itulah kami berhimpun diri di Bacak Pantura Megilan agar kita bisa saling membantu, mengingat di jalan permasalahan cukup kompleks curhat cak Rokib yang juga sekretaris BPM

Lebih lanjut cak Sin yang dipercaya menjadi ketua BPM menambahkan bahwa tukang becak motor merupakan armada alternatif di Lamongan Pantura, khususnya untuk masyarakat kecil tapi keberadaannya masih dipandang sebelah mata oleh sebagian pengguna kendaraan pribadi atau beberapa orang.

Menanggapi curhat-an Paguyuban Becak Pantura Megilan, Direktur Madani Indonesia College bersependapat bahwa sudah tepat kalau cak Sin dan kawan-kawan berserikat dengan membentuk paguyuban Becak Pantura Megilan, tapi selain untuk sebagai sarana membangun semangat kekeluargaan dan komunikasi antar penarik becak juga baiknya BPM harus punya karakter kuat yang positif, entah itu bentuknya dalam hal keramah tamahan, pelayanan, becaknya ditambah aksesoris yang menarik atau yang lainnya yang akhirnya membuat pelanggan semaking banyak.

Soal permasalahan dilapangan, memang tidak seharusnya becak motor dipandang sebelah mata oleh oknum pengguna kendaraan pribadi hanya karena nilai harga kendaraan pribadi lebih mahal, tapi harus diingat bahwa jalan raya adalah milik semua pengguna, bukan milik kendaraan yang harganya mahal saja.

Nu’man yang juga sekjen Madani Indonesia College dengan nada serius menyampaikan bahwa Bupati Lamongan saat ini perlu memperhatikan keberadaan becak motor ini, mengingat di era Bupati Masfuk periode kedua pernah menjadi program andalan dengan sebutan Bella, sehingga pembinaan dan pendataannya harus diambil alih pemerintah daerah agar statusnya tidak menjadi polemik di jalan raya, pria yang juga aktivis Muhammadiyah Lamongan

Kegiatan tasyakuran Madani Indonesia College dengan memfasilitasi FGD bersama paguyuban Becak Pantura Megilan menandakan bahwa lembaga kita masih di jalur rakyat tertindas kata Sakhban yang kini telah menjadi pengurus tetap Madani Indonesia College

Diakhir kegiatan, paguyuban Becak Pantura Megilan bersepakat berkolaborasi bersama Madani Indonesia College untuk menjadi bagian partner-binaan, dengan catatan selama pemerintahan daerah kabupaten Lamongan masih tutup mata tutup telinga atas keberadaan becak motor yang makin lama makin bertambah banyak. (Adv/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here