Mutasi Kasatreskoba Karimun DiDuga Intervensi Kekuasaan

0
208

 

Kasus penangkapan Narkoba di Karimun yang Melibatkan Anak wabup Karimun

SuryaNews Karimun -Mutasi mendadak terhadap Kasat Resnarkoba Polres Karimun, AKP Arsyad Riyandi menjadi Kasat Resnarkoba Polres Tanjung Pinang perlu dipertanyakan. Mutasi yang terjadi hanya sepekan atas prestasi penangkapan narkoba jenis sabu-sabu jaringan internasional di Karimun pada tanggal 3 Agustus 2023. Posisi Kasat Resnarkoba Karimun diisi Iptu Alvin Dwi Wahyudi N.

“Mutasi itu patut dipertanyakan, apakah ini murni apresiasi dan promosi atau sebaliknya ada intervensi, ” kata Ketua BPKPPD Kepri Edy Susilo SSos kepada wartawan (12/8)

Menurut Edy, jika perpindahan itu dari Karimun ke Pinang itu sama saja. Meskipun Polres Tanjungpinang jauh lebih dulu adanya, tapi dari jumlah penduduk maupun luas wilayah jauh lebih besar Karimun. “Mutasi dengan jabatan dan pangkat yang sama itu seperti bukan apresiasi. Kalau promosi ke Polresta Barelang dan diberikan kenaikan pangkat menjadi Kompol itu baru apresiasi,” ujarnya.

Edy menduga ada intervensi kekuasaan di Karimun, karena salah satu bandar narkoba internasional itu anak Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim dengan inisial DA (44 th). “Apakah ini ada kaitannya dengan kekuasaan itu, mengapa tidak menunggu penyidikan kasus itu dituntaskan terlebih dahulu hingga para pelakunya divonis pengadilan,” tanya Edy.

Sebelumnya, Ketua LSM Kodat86 Cak Ta’in Komari SS mendesak wakil bupati Karimun Mundur dari jabatannya, karena dianggap gagal mendidik anak yang menjadi bandar sabu jaringan internasional tersebut.

“Tanggung jawab moralnya, wakil bupati harus mundur dari jabatannya. Kalau didik anaknya saja tidak berhasil, bagaimana mau memimpin Karimun ke depannya. Narkoba itu ancaman terbesar perusak generasi muda ke depan,” kata Cak Ta’in kepada media (8/8).

Menurut Cak Ta’in, keterlibatan anak wakil bupati Karimun dalam bisnis narkoba lintas negara itu sebagai suatu kejahatan yang terlalu berat. “Ini jadi bandar loh, bulan sekedar pemakai, yang mungkin karena salah pergaulan atau bagaimana” ujarnya.

Mantan Dosen Unrika Batam itu juga merasa heran kenapa media lokal tidak banyak yang memberitakan penangkapan anak wakil bupati dalam kaitannya masuknya sabu 2 kg dari Malaysia. Mestinya berita itu di-blow up besar-besaran karena menyangkut masa depan anak-anak di Karimun dan anak bangsa.

“Kita semua harus memerangi narkoba secara total. ini tidak boleh ditoleransi. Coba lihat jejak digital dan catatan hidupnya, ” tegas Cak Ta’in.

Lebih lanjut Cak Ta’in menegaskan agar aparat Polres Karimun membuka informasi perkembangan kasusnya kepada publik secara berkala. “Jangan ada kesan ditutup-tutupi. Prosesnya harus transparan.” pinta Cak Ta’in.

Cak Ta’in mengapresiasi kinerja Polres Karimun yang sigap menindaklanjuti laporan masyarakat.

Keempat orang ditangkap dan jadi tersangka berinisial FA, PN, DA dan MR ditangkap dalam salah satu hotel di Karimun pada Kamis (3/8/2023) pukul 15.00 WIB.

Seorang di antara pelaku berinisial DA adalah anak wakil bupati Karimun – Anwar Hasyim. Hal ini ditegaskan Kapolres Karimun AKBP Ryky W. Muharam.

Penangkapan di sebuah hotel itu ditemukan barang bukti berupa sabu seberat 2 kilogram bersama orangnya. Dari situ berkembang dan ditangkap DA dan MR yang berada di luar hotel. Sabu dua paket besar tersebut dibungkus dengan plastik teh China merk Guanyinwang berwarna hijau dengan berat kotor 1.900 gram. Ternyata mereka masih menyimpan sabu di kontrakan berupa paket kecil seberat 40.1 gram.

“Ini persoalan tanggung jawab moral dan etika. Semestinya wakil bupati Karimun itu mundur karena anaknya diduga terlibat dalam pengrusakan anak bangsa dan masuk jaringan internasional. Kita harap prosesnya tuntas dan jaringannya dibongkar semua,” tambah Cak Ta’in. ***