Beranda Uncategorized Ngamen di Mal Jadi Alternatif Solusi Seniman di Tengah Pandemi

Ngamen di Mal Jadi Alternatif Solusi Seniman di Tengah Pandemi

Surabaya,  SURYANEWS.CO.ID -Dampak pandemi Covid-19 sejak Maret lalu sangat dirasakan oleh para pekerja seni atau seniman di Kota Surabaya. Pembatasan yang diberlakukan membuat dunia hiburan ikut terhenti dan job manggung menurun drastis bahkan tidak ada sama sekali.

Untuk bisa bertahan, para seniman Surabaya memutar otak agar mereka tetap mendapatkan penghasilan. Salah satunya dengan “ngamen” di mal-mal yang ada di Surabaya.

“Sehingga kita membuat satu kegiatan ‘ngamen di mal-mal’. Nah, ini sudah berjalan dua kali. Pertama di Food Society Pakuwon Mall. Tadi malam di Galaxy Mall dan rupanya ada respon baik dari masyarakat,” kata FX Boy Anggota Surabaya Entertainer Club (SEC) kepada awak media,  Sabtu (8/8/2020).

Dalam kegiatannya itu, uang hasil ‘ngamen’ tersebut juga akan dibagikan ke seniman lain yang terdampak Covid-19. Mereka akan menyediakan kotak kecil transparan yang bertuliskan “Donasi untuk Pekerja Seni”. Boy tidak menyangka, bahwa apa yang mereka lakukan mendapat apresiasi dari masyarakat.

Para pekerja seni di Surabaya, lanjut Boy, sebenarnya telah mendapatkan bantuan dari Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya. Bantuan tersebut berupa bantuan tunai dari Pemprov Jatim untuk 250 pekerja seni, yang dibagikan di Surabaya dan 7 daerah lainnya di Jatim. Kemudian Pemkot juga memberikan Bantuan Sosial Tunai kepada 150 pekerja seni di Surabaya, yang bantuan tersebut masih akan diperpanjang hingga tiga bulan ke depan.

Namun karena lima bulan lamanya tidak mendapatkan job manggung, dan mereka tidak bisa mengandalkan bantuan dari pemerintah saja. Mereka pun akhirnya meminta izin pengelola mal agar bisa ‘ngamen’ di sana.

“Ada musisi yang mendapat bantuan sosial tunai dari Pemkot, tapi kami juga pengen manggung, kita sudah jenuh banget,” kata Boy.

Ia tak menampik, penghasilan seniman menurun drastis selama pandemi. Pendapatan berkurang sedangkan pengeluaran bertambah karena kebutuhan akses internet yang meningkat saat semua kegiatan beralih ke daring.

“Ini sudah 4 sampai 5 bulan sepi, sedangkan pengeluaran tetap nggak berubah. Malah berlebih karena ada tambahan untuk biaya wifi, obat-obatan, vitamin dan sebagainya,” ujarnya.(SSnet/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

BMKG Sambut Positif Sinergitas dengan SRPB JATIM

  SIDOARJO, Surya News - Pengurus Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim melakukan kunjungan resmi ke Kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Stasiun...

Nasabah Asuransi Bumiputera Sulit Dapatkan Haknya, Ditreskrimum POLDA Kepri Akan Lakukan Penyelidikan

BATAM, Surya News - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri akan menindak lanjuti permasalahan yang dialami oleh nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Adapun masalah...

Mengaji Kebencanaan Bersama Pembina Santana

  LAMONGAN, Surya News - Arisan Ilmu Nol Rupiah yang dihelat Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim kali ini bertempat di Pondok Pesantren (Ponpes) Sumber...

Wagub Jatim Tinjau Mosipena di Kantor BPBD Jatim

  SIDOARJO, Surya News - Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) rupanya menarik perhatian Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. Sehari setelah Mosipena dioperasikan oleh relawan...

Polisi Bersenjata Kawal Penyidik KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Bintan

BINTAN, Surya News - Penggeledahan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tak hanya menyasar Kantor Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Wilayah Bintan. Mereka juga menggeledah ruang...