Pelapor Kebocoran KPK Minta Polda Metro Jaya Segera Periksa Firli Bahuri

0
101
Edy Susilo

SuryaNews Jakarta-Ketua Lembaga Transparansi Anggaran dan Anti Korupsi Indonesia (Lemtaki) Edy Susilo minta kepada Polda Metro Jaya untuk segera memeriksa Firli Bahuri atas penyalahgunaan kewenangan dan kebocoran dokumen KPk untuk kepentingan pribadi dalam gugatan praperadilan kasus dugaan pemerasan terhadap SYL. Firli Bahuri, eks Ketua KPK adalah tersangka dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian sejak 22 November 2023, lalu melakukan praperadilan pada 24 November.

Dalam gugatan praperadilan Firli Bahuri dan Tim Pengacaranya menggunakan dokumen KPK terkait penyelidikan dan penyidikan OTT kasus DKJA Kemenhub pada awal 2023. Dokumen yang termasuk dikecualikan untuk dibuka ke publik itu tidak ada sangkut pautnya dengan subtansi gugatan Firli Bahuri sebagai tersangka pemerasan terhadap SYL. Sidang putusan praperadilan di PN Jakarta Selatan dibacakan pada 19 Desember 2023, dengan amar tidak menerima gugatan praperadilan tersebut, dan menyatakan penetapan tersangka Firli Bahuri sah sesuai ketentuan hukum.

“Kita minta Polda Metro Jaya segera memeriksa Firli Bahuri maupun pengacaranya terkait dokumen KPK yang digunakan dalam praperadilan di PN Jaksel akhir tahun lalu. Itu termasuk dokumen yang dikecualikan untuk dibuka dan diketahui publik,” kata Ketua Lemtaki Edy Susilo kepada media (19/1).

Edy Susilo sebagai pelopor sudah diperiksa Penyidik Polda Metro pada pekan pertama Januari 2024, dan pertengahan Januari seorang saksi juga sudah diperiksa. Maka patut Firli Bahuri dan pengecatannya sebagai terlapor segera diperiksa. “Kita minta secepatnya, karena kasus ini tidak perlu terpisah denga kasus utama dugaan pemerasan,” tegasnya.

Edy menjelaskan, memanfaatkan dokumen negara yang dirahasiakan untuk kepentingan pribadi merupakan tindak pidana, jadi perlu diproses hukum. Kasus ini diharapkan gamblang sehingga pejabat negara tidak seenaknya menggunakan fasilitas yang ada untuk kepentingan pribadi.

“Selain itu, kita minta Penyidik Polda Metro Jaya juga memeriksa pimpinan KPK lainnya yang memberikan akses dan menyetujui Firli membawa dokumen tersebut. Pimpinan itu turut serta dalam dugaan tindak pidana bocornya dokumen internal KPK tersebut,” tambah Edy. ***