Beranda Uncategorized Seliut sepeda lipat Lamongan menyapa Panorama Gunung Pegat Babat

Seliut sepeda lipat Lamongan menyapa Panorama Gunung Pegat Babat

Lamongan, Suryanews.co.id – . Kelompok penggemar sepeda lipat usia tua Lamongan “Seliut” Minggu pagi (31/5) tour of city keliling lewat jalan nasional menuju Babat, dilanjut menikmati panorama indah gunung kapur gunung Pegat yang menyimpan misteri. Usai menikmati sego bungkus Kalongan dilanjut menyusur jalan Kedungpring, Sugio, finish di Torn alon-alon kota.

Udara pagi Lamongan yang cerah, sedikit mendung, sebagai pengganti Cara Free Days pelan pelan penggowes usia tua thowaf keliling alon-alon sambil menunggu anggota grup Seliut ngumpul stand by di Torn bangunan Belanda tahun 1924M, sebagai tandon air minum dari sumber Mantup.

Aneka warna warni, ukuran dan merk sepeda kecil dengan lingkar ban 16 atau 20 inch berjajar rapi didepan Kantor Pemda sebagai pelengkap modernisai koto Bonorowo ini.

Dengan pakaian seragam jersey biru merah, plus topi lucu sebagai identitas, dengan tingkah polah macem macem, apalagi emak emaknya. Wajah sumringah menghiasi mereka, wajah optimis terpancar dari sorot mereka, seakan tak terpengaruh dengan wabah cobid19 yang mendunia.

” Ayo kita berdoa dulu, semoga perjalanan kita Selamat terhidar dari kecelakaan di jalan raya, pergi pulang selamat dan semakin sehat” , kata Sholik koordinasi touring LVL dengan sepeda lipat diamini para peserta kurang lebih 46 laki wanita.

Gegojekan, cengengesan, gurauan, gojlokan tuk menambah semangat antara Asik, Yusro, Parit, Paido, cak Ogut, bang yanto seakan tak putusnya sambil penuh senyum dan tawa.

” Ayo ojo mamang Jack, trasak wae jalanan gitu aja. Kecil route gini ini”, kata Azik lelaki penuh humoris tak pernah marah ini diamini anggota Seliut.

Ayo ayo rapi satu satu jangan dua dua… Ayo kita ciptakan tertib lalu lintas, sehingga terhindar dari laka dijalan. Jalanan beraspal dari telon nDapur sampai jembatan kruwul lumayan mulus, namun ke barat hingga telon Sukodadi amit amit rusaknya. Baru kali ini kerusakan terparah yang bisa dirasakan, lupa atau terlupakan dan terlena dengan pengebutan jalan tol baru didaerah sana.

Dari Sukodadi lumayan baik usai ada pengecoran jalan sampai depan terminal Agrobisnis. Sepanjang jalan tak ada kendala baik dari selinya maupun staminanya, hanya peserta putri belok kiri unisda menuju Baturono.

Memasuki kota Babat amit amit jalanan Nasional ini luar biasa bergelombang nya, apalagi mendekati kantor Polsek Babat jalanan berdebu dan saat hujan hancur curhat blethok. Awal puasa lalu sampai ada penanaman pohon pisang di tengah jalan, saking jengkelnya. Ini juga arep arep dan keinginan warga dan pengguna jalan kapan Bina Marga Propinsi Jat memperbaiki jalan poros ini.

Usai jamuan selamat datang dengan sego bungkus Kalongan oleh yak Anang lelaki pensiunan Petro ini, perjalanan dilanjut ke bukit kapur gunung Pegat . Mereka berevoria melihat diorama bekas galian tambang kapur, membentuk panorama indah. Bukit pegat ini di percaya sebagai area pertempuran Antara Majapahit dengan Kerajaan Pasundan dalam memperebutkan cah ayu Dyah Pitaloka dari ujung barat Jawa.

Setelah puas menyantap hidangan dari warung caping gunung diiringi musik dangdut panturaan , ditemani bartender putih sulum tur endut dengan  gaya kegenitan. Dan kondisi peserta tour yang tertinggal 37 ini dilanjut menuju desa ngueok menuju tlanak Kedungpring, sepanjang jalan dikantor kiri sawah sawah menguning usai panen dengan meninggalkan aroma spesial bau wineh padi terendam.

Perjalanan ke timur melalui jalan beraspal lewat Sugio dan sampai finish Torn Alon alon kota sekitar 13.11 meninggalkan kenangan luar biasa. Ada kesan yang mendalam, ada sambutan dari penduduk yang dilewatinya.

Semoga tour of city ini bisa menginspirasi masyarakat Lamongan terutama generasi mudanya, giat kembali pakai sepeda angin yang sehat, jauh dari memproduks polisi udara dan polisi suara, ditengah merebaknya virus corona agar tercipta imun di tubuh sehingga bisa memutus rantai perkembangan biakan dan penulran penyakit. Memayu Raharja ning Praja HUT Lamongan ke 451, semakin bergairah budaya bersepeda.

Penulis : Arifin Katiq / bolamp.net (Guruku  SMA sekarang CSku)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Edy Susilo : BPKPPD Kepri Minta PLN Batam Dan Aparat Tegas Memutus TV Kabel Di Tiang Listrik Milik Negara

Batam |Suryanews- Puluhan Lrmbaga Swadaya Masyarakat surati Kepolresta Barelang, Bright PLN, Kejakdaan dan Kominfo terkait pemamfaatan tiang listrik PLN Batam oleh pengusaha TV Kabel...

Bersama Wujudkan Kepri Yang Lebih Maju

  BATAM, Surya News - Wali Kota Batam Muhammad Rudi menghadiri silaturahmi dengan Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina Rudi di...

Di Bawah Pimpinan Rudi-Amsakar, Batam Ukir Prestasi Lagi

  BATAM, Surya News - Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali ukir prestasi. Kali ini, di bawah pimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Muhammad...

Banyaknya Lubang di Jalan Nasional Bencana Bagi Pemotor

  TUBAN, Surya News - Pengendara Roda dua alias Pemotor senantiasa kudu mewaspadai jeglongan (jalan berlubang) di Jalan Nasional Babat - Tuban, tampak menganga di...

Semestinya Swakelola Kok Disulap Jadi Kontraktual, BKD Provinsi Jatim di Bojonegoro

    BOJONEGORO, Surya News - Ini tentang sekelumit misteri Bantuan Keuangan Desa (BKD) yang bersumber dari keuangan APBD Provinsi Jatim yang mengalir ratusan miliar ke...