Soal Rempang-Galang, Diduga Pengusaha yang ‘Bermain

0
367
Aktivitas masyarakat Rempang Galang

SuryaNews Batam -Carut-marut permasalahan relokasi warga di Rempang dan Galang yang akan dimanfaatkan untuk investasi terus berkembang. Diduga ada beberapa pengusaha turut bermain dan memperkeruh suasana.

“Masyarakat jangan dimanfaatkan oleh kepentingan pengusaha yang memiliki lahan di Rempang-Galang. Bukan rahasia kalau ada beberapa pengusaha menguasai lahan di sana,” kata Ketua BPKPPD Kepri Edy Susilo SSos kepada wartawan (28/8)

Menurut Edy, masyarakat perlu berpikir jernih dan melihat solusi yang ditawarkan oleh pemerintah. “Tidak mungkin Kepala BP Batam yang ex-officio adalah Walikota Batam, yang juga didukung masyarakat di sana, hendak mensengsarakan masyarakatnya,” ujarnya.

Pemerintah pasti akan memberikan solusi yang terbaik untuk saat ini maupun masa depan. Jika investasi triliun itu berjalan baik tentu akan memberikan multiplayer effeck positif bagi masyarakat di sana juga.

“Akan ada pergerakan dan pertumbuhan ekonomi yang dinamis, selain jaminan dipekerjakan di perusahaan yang beroperasional tersebut,” jelasnya.

Edy berpesan kepada masyarakat maupun pemerintah untuk sama-sama menahan diri dan membahas solusi yang bisa diterima semua pihak. “Justru kami melihat ada pengusaha yang kita deteksi turut memperkeruh suasana di Rempang-Galang,” tegasnya.

Pulau Rempang memiliki luas 168 km2 atau 16,583 hektar itu dialokasikan pemerintah pusat untuk investasi asing. HPL lahan tersebut sudah dikeluarkan oleh Kementerian ATR/BPN kepada BP Batam yang dialokasikan kepada PT. Mega Elok Graha.

“Masyarakat dipersilahkan memperjuangkan hak-hak mereka yang terbaik, begitu juga dengan pemerintah langsung mewujudkan solusi yang ditawarkan. Kalau masih sebatas omongan kan repot semua.” papar Edy.

Edy menjelaskan, kehadiran investor yang mau menanamkan modalnya di wilayah Barelang perlu didukung. Mengingat situasi ekonomi sulit pasca pandemic covid19 belum sepenuhnya pulih. Investasi ini bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi Batam. Tapi pembangunan dan investasi tidak boleh merugikan kepentingan masyarakat. “Sama-sama dicarikan solusi terbaik lah. Tapi jangan dimanfaatkan para cukong lahan yang selama ini juga banyak menguasai lahan di Rempang-Galang tersebut.” Tambahnya.***