Beranda Uncategorized Tanaman Kantong Semar Sudah Sangat Langka

Tanaman Kantong Semar Sudah Sangat Langka

Surabaya, Suryanews.co.id – Indonesia kaya akan hewan dan tumbuhan endemik yang hanya bisa ditemukan di Tanah Air, tapi beberapa dari flora dan fauna itu berada dalam ancaman kepunahan, termasuk jenis fauna Nepenthes clipeata yang jika punah akan menjadi kehilangan dunia, kata pakar biologi Muhammad Mansur.

Nepenthes clipeata adalah salah satu spesies nepenthes atau yang dikenal juga sebagai kantong semar yang hanya bisa ditemukan di Gunung Kelam, Sintang, Kalimantan Barat, kata peneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu.

“Itu (Nepenthes clipeata) kalau sampai punah bukan hanya kerugian bagi Indonesia, tapi juga seluruh dunia akan merasa kehilangan karena spesies itu sangat langka,” kata peneliti nepenthes itu ketika dihubungi Antara dikutip Suryanews, Jumat (29/5/2020).

Menurut dia, keberadaan tanaman karnivora itu kini sudah sangat langka. Bahkan, ketika ia datang ke Gunung Kelam sekitar 2019, dia melihat populasinya sudah sangat menurun dan habitat aslinya sudah terganggu oleh perambah liar yang mencari tanaman langka itu untuk dijual.

Mansur menyayangkan aksi penjual kantong semar itu. Nepenthes clipeata adalah tanaman yang tidak bisa dipindahkan secara sembarang dari habitat aslinya di celah-celah curam batuan granit Gunung Kelam.

“Nepenthes yang endemik itu susah tumbuhnya karena endemik, spesifik membutuhkan iklim mikro, sesuai dengan habitatnya, makanya disebut endemik. Kalau penyebarannya luas, akan mudah dibudidayakan,” kata dia.

Nepenthes clipeata, kata dia, membutuhkan suhu dan unsur tanah spesifik yang sesuai dengan tempat asli tanaman itu tumbuh yang membuatnya sulit dibudidayakan atau dikonservasi di luar habitat aslinya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama BKSDA Kalimantan Barat SKW II Sintang telah menahan dua orang yang diduga menjadi penjual kantong semar jenis Nepenthes clipeata dan Nepenthes spp ke Taiwan.

Hal itu dilakukan mengingat Nepenthes clipeata adalah jenis tanaman yang dilindungi dan International Union for Conservation of Nature (IUCN), pada 2014 juga menetapkan tumbuhan itu masuk dalam Red List yang sangat berisiko punah (Antara/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Wali Kota Batam Kukuhkan Pengurus Kerukunan Keluarga Lembata

BATAM, Surya News - Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengukuhkan pengurus Kerukunan Keluarga Lembata (Kekal) Batam periode 2020-2024 di Hotel Aston, Minggu (7/3/2021). Dalam...

Breaking News : LSM BPKPPD Kepri Bersama Bright PLN Batam Sepakat Mengajukan Legal Opinion Kepada Kajati Kepri

  BATAM, Surya News - Berdasarkan kesepakatan antara LSM BPKPPD Kepri dan pihak Bright PLN Batam agar membawa masalah TV kabel ke Ranah Hukum. Selanjutnya mengajukan...

Usai Divaksin Covid-19, Rudi: Semoga Ekonomi Batam Pulih

  BATAM, Surya News - Wali Kota sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam disuntik vaksin Covid-19, Kamis (4/3/2021). Usai divaksin, Rudi langsung menuju Kantor Wali...

BMKG Sambut Positif Sinergitas dengan SRPB JATIM

  SIDOARJO, Surya News - Pengurus Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim melakukan kunjungan resmi ke Kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Stasiun...

Nasabah Asuransi Bumiputera Sulit Dapatkan Haknya, Ditreskrimum POLDA Kepri Akan Lakukan Penyelidikan

BATAM, Surya News - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri akan menindak lanjuti permasalahan yang dialami oleh nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Adapun masalah...