Usulkan  Menag Diganti, Ansor Jatim Berikan Kriteria Penggantinya

159

Surabaya, SURYANEWS.CO.ID- PW GP Ansor Jatim mengusulkan menteri agama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi di-reshuffle usai Presiden Jokowi menyatakan siap merombak kabinet jika tidak kerja keras dalam penanganan COVID-19 . Lalu siapa dan kriteria apa yang akan diusulkan?

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Syafiq Syauqi mengatakan meski mengusulkan menag diganti, namun pihaknya tidak menyiapkan nama yang akan diusulkan. Ia hanya menyebut pengganti menag harus paham dengan pesantren dan peduli dengan toleransi antarumat beragama.

“Tidak ada. Yang jelas yang paham dengan pesantren, peduli dengan toleransi umat beragama, dan tidak membiarkan kelompok-kelompok intoleran seperti saat ini yang banyak menjamur,” kata Syafiq, Senin (29/6/2020).

Saat ditanya apakah menolak jika diisi dari kalangan militer lagi? Syafiq kembali menegaskan bahwa menag harus diisi dengan yang paham Islam, moderat, dan dekat dengan dunia pesantren.

“Yang penting paham dengan islam yang moderat dan dekat dengan pesantren,” tegas Syafiq.

Syafiq menjelaskan kriteria yang ia sampaikan itu harus terpenuhi. Tujuannya agar tidak terjadi blunder lagi karena diisi oleh orang yang tidak kompeten.

“Karena beberapa kali pak menteri ini melakukan blunder. Coba lihat saja dulu terkait hijab, terkait pergantian dirjen, dan beberapa hal. Serta yang kemarin salah cetak anggaran dan lain sebagianya,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi memerintahkan jajaran kabinet untuk melakukan kerja ekstra dalam menangani pandemi virus Corona. Tak tanggung-tanggung, Jokowi juga akan melakukan perombakan kabinet jika diperlukan.

“Sekali lagi, langkah-langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah ke pemerintahan. Akan saya buka. Langkah apa pun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara. Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak-ibu tidak merasakan itu sudah,” kata Jokowi dalam sidang kabinet paripurna pada 18 Juni 2020. (Detnews/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here